A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/muaradu1/public_html/system/core/Exceptions.php:170)

Filename: libraries/Session.php

Line Number: 662

PT MUARA DUA

Detail Berita


Pemerintah Didesak Kuatkan Industri Baja Hadapi AEC 2015

Toko Besi Baja - Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IISIA) mendorong pemerintah untuk ikut mendukung penguatan sektor industri tersebut melalui penyederhanaan sejumlah regulasi agar mampu bersaing menghadapi "ASEAN Economic Community" pada 2015.

Direktur Teknologi IISIA Setiawan Surakusumah kepada wartawan di Surabaya, Selasa, mengemukakan pemberlakuan AEC (Masyarakat Ekonomi ASEAN) 2015 akan membuka peluang produk besi dan baja dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara untuk masuk ke Indonesia dan bersaing dengan produk lokal.

"Oleh karena itu, penguatan industri besi baja domestik dengan memanfaatkan pasar baja lokal menjadi hal yang sangat penting untuk meningkatkan daya saing pasar," katanya di sela-sela sosialisasi jelang Musyarawah Nasional IISIA ke-2 yang dijadwalkan 12 Desember 2013 di Jakarta.

Hingga saat ini, produksi besi dan baja dalam negeri baru sekitar 7,2 juta ton, sementara kebutuhan nasional mencapai hampir 10 juta ton. Kekurangan stok tersebut harus dipenuhi melalui impor dari negara lain.

Namun, lanjut Setiawan, produksi besi dan baja Indonesia diperkirakan akan meningkat hingga mencapai 12 juta ton pada 2014 dan 15 juta ton pada 2015, seiring naiknya kebutuhan terhadap proyek-proyek pembangunan infrastruktur.

"Pemerintah memiliki peran sangat besar untuk meningkatkan daya saing besi baja, di antaranya melalui penyederhanaan regulasi impor bahan baku dan perizinan. Kalau itu bisa dilakukan, tingkat utilisasi besi baja domestik yang saat ini baru sekitar 60 persen bisa lebih meningkat," ujarnya.

Setiawan menambahkan Vietnam menjadi salah satu negara yang pertumbuhan industri besi dan bajanya cukup bagus di Asia Tenggara.

Pada kesempatan sama, Co Chairman IISIA Ismail Mandry menambahkan sebagai negara kepulauan dengan jumlah penduduk yang cukup besar, Indonesia merupakan salah satu pasar potensial untuk produk besi dan baja di Asia Tenggara dan juga dunia.

"Kami ingin industri besi dan baja menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional, karena kebutuhan terhadap proyek infrastruktur dan manufaktur seperti pelabuhan, properti dan jembatan akan terus naik dalam beberapa tahun ke depan," katanya.

Program Rencana Induk Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang telah dicanangkan pemerintah menjadi peluang bagi sektor industri besi baja untuk meningkatkan produksi.

IISIA merupakan organisasi pelaku industri peleburan dan manufaktur besi dan baja yang dibentuk pada 9 September 2009 dan saat ini memiliki sebanyak 168 anggota.

Organisasi ini dibentuk setelah melikuidasi Gabungan Asosiasi Produsen Besi dan Baja Seluruh Indonesia (GAPBESI). Setelah bergabung dalam IISIA, maka asosiasi lain seperti GAPSI (produk seng), GAPIPA (produk pipa), IPPAKI (paku dan kawat), ABBEPSI (besi beton), APBALSI (pemotongan baja lembaran), dan APBALI (produk baja lembaran) juga ikut dilikuidasi.

Sumber : www.investor.co.id
Produk

Baja Profile

Produk profil baja yang kami jual : CNP,H-Beam, IWF/INP, UNP . Berbagai macam ukuran dan jenis profil baja kami siapkan untuk memenuhi kebutuhan profil baja konsumen mulai dari profil baja yang Selanjutnya...


Besi

Ada 2 jenis besi beton. Besi beton yang menggunakan tulang besi maupun yang tidak menggunakan tulang besi. Selanjutnya...


Wavin

kami menyediakan beragam produk pipa berkualitas dari Wavin, produsen pipa terbaik dari Eropa. Seperti produk Pipa HDPE ( Wavin Black ), Pipa PVC ( Wavin Lite, Wavin Standard, WavinSafe & Wa Selanjutnya...

Link